Kamis, 13 November 2008

Asyiknya Percobaan Osmosis Pake Telur

oleh:

Ada kalanya kita mengalami kesulitan dalam menanamkan konsep yang benar kepada siswa. Termasuk juga dalam pembelajaran biologi. Berikut ini saya akan mencoba memberikan salah satu cara membelajarkan siswa untuk memahami konsep osmosis, harapannya siswa tidak lagi mengami miskonsepsi.
Baiklah, sebelumnya osmosis sering disalahpami oleh siswa kita. Contoh misalnya osmosis adalah peristiwa yang merupakan kebalikan dari peristiwa difusi. Kesalahan terjadi ketika memahami bahwa osmosis adalah pergerakan atau perpindahan molekul dari konsentrasi rendah (hipotonis) menuju larutan dengan konsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermiabel semata. Pada pemahaman seperti ini tidak memperhatikan molekul mana yang bergerak? Jika diperhatikan bahwa yang mengalami pergerakan adalah molekul pelarut (air) maka tidak akan terjadi kesalahan dalam memahami konsep sederhana ini. Dengan demikian baik difusi maupun osmosis sama-sama bergerak/berpindah untuk meniadakan gradien konsentrasi sehingga pada akhir proses akan didapatkan kondisi larutan yang seimbang (isotonis).
Praktikum sederhana ini akan memanfaatkan membran semipermiabel alami yang dimiliki oleh telor.
Alat dan bahan yang diperlukan:
1. Telur ayam
2. Sedotan
3. Lilin
4. spidol
5. Bekerglass 100 ml
6. Air
7. Penggaris
Berikut langkah-langkah pembuatan osmometer dari telur:
1. Ambil sebutir telur, kemudian pukul-pukulah pelan-pelan padada bagian ujung telur yang tumpul sehingga cangkangnya retak-retak. Jangan sampai selaput di dalamnya pecah.
2. Bersihkan bagian ujung telur yang tumpul dari cangkang yang sudah retak-retak dengan cara mengambil retakan-retakan cangkang dengan hati-hati sehingga didapatkan ujung telur yang tanpa cangkang kurang lebih 3 sentimeter persegi.
3. Pada ujung telur yang satunya (yang lebih lancip) dibuat lubang untuk memasukkan sedotan.
4. Masukkan sedotan ke dalam telur dengan hati-hati.
5. Nyalakan lilin dan arahkan tetesan lilin ke bagian telur tempat masukkan sedotan sehingga sedotan dan telur menjadi rapat (tidak bocor).
6. Isilah bekerglas 100 ml dengan air kurang lebih 90 ml.
7. Ambillah potongan lidi (2-3 batang) dan diletakkan miring dari dasar bekerglas ke mulut bekerglass yang berguna untuk menyangga telur supaya tidak tenggelam ke dasar bekrglass.
8. Sebelum dimasukkan bubuhkan skala pada sedotan dengan menggunakan titik 0 dari pangkal sedotan yang berhimpit dengan ujung telur.
9. Masukkan telur pada bekerglas yang sudah diisi air dengan pelan-pelan dan mulailah mencatat waktunya.
10. Amati pergerakan air pada sedotan dengan selang waktu 5 menit kurang lebih 30 menit atau secukupnjya hingga Anda mendapatkan data yang representatif.
Selamat mencoba!!!

6 komentar:

  1. assalamu'alaikum, Pak Bowo

    saya pernah dapat konsep bahwa pada prose respirasi dihasilkan 38 ATP(untuk prokariotik) dan 36 ATP (untuk eukariotik) Mohon penjelasanya, Pak...
    terima kasih,,
    wassalmu'alaikum

    BalasHapus
  2. Memang pada respirasi sebetulnya dihasilkan 38 ATP, itu dengan perincian: 2 ATP dihasilkan dari glikolisis, 2 ATP dari daur Krebs, dan 34 ATP dari rantai transpor elektron. Akan tetapi ada pola respirasi yang selain menghasilkan 38 ATP juga mengkonsumsi 2 ATP sehingga jika diakumulasikan akan menjadi 36 ATP.

    BalasHapus
  3. ass....Pak Bowo
    saya mau nanya pak,organel sel yang berperan dalam peristiwa osmosis itu apa ya pak?

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  5. Asw. Sy copy ya pak artikelnya dan saya gunakan untuk praktikum siswa didik saya. Terima kasih, semoga Allah SWT memberikan berkah bagi bapak sekeluarga.
    Salam kenal Hudaya - Indramayu

    BalasHapus
  6. Buat Bu Nisrina:
    Silakan Bu, semoga bermanfaat.

    BalasHapus